6 DEMONS ( Part 21 )

Cerita sebelumnya =>

Ketika Jaksa berbicara, ia melihat Bapak Hamzah dengan tatapan yang sangat tajam. Jaksa itu pun langsung menyampaikan pendapatnya tentang ritual yang menyebabkan Emma meninggal pada usia sangat muda.

Kemudian Jaksa pun berkata kepada para peserta sidang.

” Gadis muda yang bisa saja adalah Puteri kalian. Bisa saja puteriku. Gadis yang percaya Bapak Hamzah dengan nyawanya.”

” Ini foto sebelum tergugat memulai perawatan religinya. Ini foto di hari kematiannya” lanjut Jaksa sambil memperlihatkan fotonya pada seluruh orang yang ada di persidangan . Peserta yang melihatnya pun terasa ngeri saat melihat foto kematian Emma.

Jaksa itu berkata ” Aku disini untuk Emma yang tewas mengenaskan di usia muda. Anda tak bisa melihat Emma duduk disini mengikuti persidangan. Tapi kuharap Anda mengingatnya seperti waktu ia masih hidup. Dan penuh dengan harapan dan impian.” berhenti sejenak.

” Dan seperti waktu Bapak Hamzah sudah selesai dan membiarkannya mati.Terima kasih” lanjut Jaksa.

Hakim pun menanggapi pernyataan Jaksa tersebut dan berterima kasih kepada nya, lalu ia bertanya kepada si pembelaannya Bapak Hamzah.

“Pembela sudah siap dengan pernyataan pembukanya?” tanya Hakim pada si pembela.

“Saya ingin simpat pernyataan pembuka hingga presentasi kasus pembela” sanggah si pengacara Bapak Hamzah. Ia pun mempunyai strategi yang lain untuk membebaskan Bapak Hamzah dari tuntutan sidang tersebut.

Hakim pun memanggil Dr. Edith Vogel untuk menyatakan kesaksiannya tentang kejadian yang menimpa Emma. Dr.Edith pun mulai menceritakan apa yang telah terjadi kepada Emma saat masa tersebut.

“Aku mengenal Emma sejak lahir. Aku mengurus semua Puteri di keluarga Emma.” Ia pun menceritakan semua dari masa kecil Emma hingga Emma mulai sakit-sakit.

“Bagaimana perasaanya soal bersekolah” tanya Jaksa kepada Dr. Adith.

“Keberatan, saksi bukan psikiater” sanggah pengacara Bapak Hamzah.

Dr. Adith pun menceritakan saat Emma sangat senang, cemas dan jauh dari keluarga. Emma pun menceritakan laki-laki yang bernama Jason dan Emma pun tak mau bawah Ibunya tahu bahwa iya menari, itu semua Emma menceritakan nya kepada Dr. Adith.

“Emma bicara dengan Anda lagi saat musim gugur lalu setelah aurat itu?” tanya Jaksa kembali pada Dr. Adith.

“Itu ibunya” jawab Dr. Adith.

“Ia meneleponku dan membangunkanku jam 4 dini hari. Ia memintaku menelepon Emma Di telepon umum kampus. Saat menerimanya Emma histeris. Awalnya ia menangis tak terkendali. Lalu berlahan ia mulai tenang dan memberitahukan apa yang terjadi.” ” katanya ia sendirian di akhir pekan itu. Tema. Sekamarnya sudah pulang kerumah masing-masing. Ia terbangun dan merasakan mencium benda terbakar. Tak ada alarm, tali ia bangun karena takut ada kebakaran.” lanjut Dr. Adith tentang masa yang terjadi pada Emma.

Bagaimana kisah selanjutnya.. Jeng..jeng..jengg..

Penasaran kan Apa yang terjadi pada Emma selanjutnya? Nantikan kisah Emma selanjutnya di part 22…

Selanjutnya =>

Penulis:

Hidup itu sederhana bilang kamu menjalaninya dengan Ihklas.

Satu tanggapan untuk “6 DEMONS ( Part 21 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s